Kontroversi Supersemar


 Bangsa Indonesia tidak akan mungkin melupakan sebuah titik sejarah yang sangat penting, yakni Surat Perintah Sebelas Maret atau lebih dikenal dengan sebutan supersemar. Menurut pidato Presiden Pertama Indonesia saat itu, Ir. Soekarno mengatakan bahwa supersemar bukanlah sebuah surat pengalihan kekuasaan, melainkan surat perintah untuk menuntaskan permasalahan bangsa dan negara.

Meskipun bisa dikatakan bahwa berawal dari supersemar inilah terjadi sebuah peralihan kekuasaan yang sangat dramatis dengan adanya sejumlah peristiwa yang menyayat hati bangsa ini. Menurut pakar sejarah, isi dari supersemar itu menyebutkan bahwa presiden Soekarno saat itu menyerahkan mandat kepada Soeharto untuk melakukan tindakan apa pun yang diperlukan untuk mengembalikan ketertiban dan keamanan umum.

Kemudian, isi kedua dari supersemar adalah perintah kepada Soeharto untuk melindungi presiden, semua anggota keluarga, hasil karya, dan ajaran-ajarannya. Tetapi setelah beberapa waktu berlalu, isi kedua dari surat perintah tersebut dicoret. Tidak ada alasan yang ditemukan kenapa isi itu dicoret dan bahkan informasi siapa yang mencoret pun belum diketahui.
Kontroversi Supersemar

Selanjutnya, seperti yang diketahui oleh masyarakat bahwa Soeharto memang teruji dapat memulihkan kondisi dan situasi. Selain itu dia meraih banyak simpati dari rakyat. Terutama dari kalangan mahasiswa, maka saat itu dimana mahasiswa banyak yang berseteru dengan Ir. Soekarno menyatakan dukungan kepada Soeharto untuk menjadi seorang presiden.

Hary Tanoesoedibjo sangat menghormati Presiden Soekarno maupun Presiden Soeharto, karena bagaimana pun mereka mempunyai gaya memimpin yang khas, tetapi satu hal yang pasti mereka bisa mengatasi kondisi zamannya. Pengusaha ini mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang sesuai dengan kondisi zamannya. Dimana sekarang dunia sedang membutuhkan karakter pemimpin yang menerima dan memomong.

Tetapi pengusaha ini yakin bahwa pada separuh dekade ke depan Indonesia membutuhkan pemimpin dengan karakter yang tegas dan keras seperti Bung Karno. Ia juga harus mempunyai kepiawaian strategi militer seperti Presiden Soeharto. Bila Indonesia mempunyai pemimpin dengan kemampuan dan watak seperti itu maka bisa dipastikan negeri ini akan menjadi mercusuar dunia. Bangsa ini akan menjadi panutan bagi dunia.


Previous
Next Post »
Thanks for your comment