Yohanes Chandra Ekajaya Dan Seni Origami

Yohanes Chandra Ekajaya Dan Seni Origami


Origami adalah salah satu cabang kesenian yang sangat populer di Negeri Sakura, yaitu Jepang. Di Indonesia, meski tidak terkenal sebagai cabang kesenian, tetapi hampir semua orang Indonesia tahu mengenai origami. Bahkan cenderung menyukainya. Salah satu pemerhati dan kritikus seni budaya Jepang yang sangat terkemuka, Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa pengertian origami saat ini sudah mengalami perluasan makna. Jadi bukan hanya tentang melipat kertas, tetapi origami adalah seni melipat. Apa pun yang bisa dilipat, waktu, tempat, dan bahkan kenangan.

Zaman dahulu origami lebih dikenal sebagai seni melipat kertas. Banyak sekali ragam-ragam bentuk yang bisa diciptakan melalui seni lipat origami ini. Bentuk yang paling sering dibuat dan disukai oleh YohanesChandra Ekajaya adalah burung. Meskipun bisa membuat macam-macam bentuk seperti hewan, bunga, dan benda mati, tetapi ia lebih senang membuat bentuk burung.

Untuk membuat bentuk burung, Yohanes Chandra Ekajaya sebelumnya mempersiapkan sebuah kertas yang berbentuk kotak alias persegi. Kemudian kertas persegi itu dilipat secara diagonal sehingga menjadi bentuk segitiga. Lalu dilipat sekali lagi sehingga menjadi bentuk segitiga kecil.

Yohanes Chandra Ekajaya melanjutkan keterangannya bahwa kunci dari seni origami adalah memperhatikan bekas-bekas lipatan kertas. Karena setelah dilipat, dan dibuka kembali maka bekas-bekas lipatan itu akan sangat membantu untuk membuat aneka macam bentuk. Kembali lagi ke bentuk origami burung, setelah muncul lipatan-lipatan, maka kemudian dibentuk cungkup.


Untuk membuat cungkup, Yohanes Chandra Ekajaya memberikan saran supaya menjepit sisi-sisi kertas yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk membuat persegi yang lebih kecil. Setelah melakukan lipatan secara horisontal, kemudian lipatan kertas diarahkan ke kanan supaya bagian tepi dan sisi sejajar dengan lipatan bagian tengah.

Setelah dilipat ke kanan, Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa demi menjaga keseimbangan dunia persilatan origami, maka harus dilipat ke kiri. Maka akan muncul bentuk layang-layang. Setelah itu kertas yang berbentuk layang-layang dibalik lagi supaya sejajar dan membentuk sayap burung. Kemudian kepala dan ekor tinggal ditarik supaya terlihat dan membentuk tekstur burung yang lucu dan imut.



Previous
Next Post »
Thanks for your comment