Jagat Maya Pengusaha Chandra Ekajaya


Menurut pengusaha Chandra Ekajaya, saat ini berbisnis dengan cara konvensional membutuhkan biaya yang sangat besar. Sehingga banyak orang yang terpaksa pindah atau migrasi ke jagat yang lain. Jagat yang lain itu disebut dengan jagat maya. Karena jagat maya itu, kini para pebisnis tidak harus mempunyai warung, toko, atau pun harus memasang banner dan spanduk yang besar di jalanan untuk mempromosikan produk-produknya.

Chandra Ekajaya


Dengan memanfaatkan jagat maya, para pembeli atau pun penjual bisa memilih dan menjual barang dari perangkat smartphone. Mereka hanya perlu membayar, dan kemudian barang yang dipilih pun sampai ke tangan para pembeli. Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa keuntungan dari bisnis jagat maya adalah fleksibilitas dan keluwesannya.

Bisnis jagat maya sering dilakoni oleh ibu rumah tangga, pegawai kantoran, dan bahkan pegawai negeri sipil. Menurut pengusaha ChandraEkajaya, barang-barang yang dijual di jagat maya biasanya merupakan barang kebutuhan sehari-hari. Misalnya sepatu, tas, jilbab, baju, makanan, dan sebaginya.

Kecenderungan saat ini, para penjual dan pembeli di jagat maya justru sering bertemu di jejaring sosial. Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa ini merupakan fenomena perubahan fungsi media sosial. Tetapi hal itu sangat wajar, mengingat sistem jual-beli dalam jaringan atau daring memang demikian.

BIasanya para penjual menjajakan barang-barangnya terlebih dahulu. Kemudian ada pembeli yang membeli dan memesan barang-barang diperlukan melalui sistem yang disediakan penjual. Menurut Chandra Ekajaya, setiap penjual mempunyai sistem pembayaran dan pemesanan yang berbeda. Lalu, pembeli mengirim uang sesuai dengan harga barang yang telah disepakati, dan penjual pun mengirimkan barang yang sudah dipesan kepada pembeli.

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa jejaring media sosial yang sering digunakan untuk media jualan atau promosi biasanya whatsapp, facebook, instagram, blackberry messenger, beberapa situs jual beli, seperti buka lapak, dan shopee. Selain itu untuk pendidikan, pelatihan, dan pengembangannya pun para penjual bisa bergabung dengan komunitas-komunitas penjual online. Mereka sering sharing dan berbagi mengenai tips dan trik supaya barang-barang yang dijualnya cepat laku.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment