Chandra Ekajaya Tertarik Frenchise


Seorang lelaki paruh baya sedang berjalan di tengah lautan manusia yang sedang berada di aula center sebuah mall di Wonosobo pada hari Senin, 19 Desember 2016. Lelaki yang bernama Chandra Ekajaya ini jenuh menyaksikan antrean-antrean yang sangat panjang. Padahal saat itu ada banya stan, tetapi entah mengapa semuanya penuh dengan antrian.
Yohanes Chandra Ekajaya


Tetapi karena sudah mempunyai niat dan tekad, maka ChandraEkajaya pun tidak putus asa dan pantang menyerah. Maka dengan langkah pasti ia pun berjalan menyusuri aula, dan mencari stan yang baru saja buka. Akhirnya ia pun berhenti di depan sebuah gerai YCE Shop. Tanpa tedeng aling-aling ia pun berniat mencari ilmu dan pengetahuan dan akhirnya sang pemilik gerai pun bersedia menemaninya ngobrol.

Chandra Ekajaya mengaku bahwa ia ingin membuat sebuah bisnis frenchise atau waralaba di bidang kuliner atau makanan. Tujuannya datang ke expo semacam ini ialah untuk mencari ilmu dan pengetahuan sekaligus mencari ide supaya dapat menjalankan bisnis yang sudah ia idamkan selama ini.

Meskipun begitu, Chandra Ekajaya mengaku dengan jujur bahwa dirinya belum pernah menjalankan bisnis. Sebab sebelumnya, pria yang berusia 40 tahun ini bekerja sebagai guru honorer di sebuah sekolah negeri kabupaten Wonosobo. Di awal tahun 2016 ini ia sudah memutuskan mengundurkan diri, sebab menanti janji manis untuk menjadi PNS memang tak semudah membakar harapan.

Pemilik YCE Shop mengatakan kepada Chandra Ekajaya bahwa bila ingin berbisnis waralaba itu sangat enak dan mudah. Karena dengan pola bisnis frenchise maka pemegang resensi akan dibina, diajari, dan dilatih, serta segala bahan-bahan dan alat-alat yang dibutuhkan sudah disiapkan oleh sistem yang dimiliki owner.

Selain itu Chandra Ekajaya juga diberikan motivasi dan dorongan bahwa bisnis frenchise itu sangat mudah dan cepat. Tetapi ada beberapa hal yang memang berat dan memberatkan, diantaranya adalah modal yang cukup tinggi. Bagi lelaki paruh baya yang masih optimis dan mempunyai semangat juang, modal yang cukup tentu bisa dicari, sedangkan kebahagiaan dan kecocokan dalam membangun sebuah usaha belum tentu bisa dicari.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment