Beras Merah Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

Beras Merah Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dikenal sebagai lumbung padi nasional. Sebagai salah satu wilayah yang memproduksi, menghasilkan, dan memasok beras dan kulit gabah ke wilayah-wilayah sekitar, Sragen bisa dikatakan sebagai lumbung padi Jawa Tengah. Pengusaha Yohanes Eka Chandra merupakan salah satu petani yang sukses mengembangkan bisnis pertaniannya menjadi sebuah usaha yang yang besar, bahkan bisa dikatakan sebagai industri, tetapi tetap memperhatikan ekologi.

Salah satu produk andalan yang diproduksi oleh pengusahaYohanes Eka Chandra adalah beras merah. Meskipun beras putih juga diproduksi, tetapi beras merah justru lebih disukai oleh para penduduk di wilayah Sragen dan sekitarnya. Bahkan, saat ini permintaan beras merah dari wilayah-wilayah di luar Sragen mengalami peningkatan yang sangat signifikan, sehingga beras merah YCE pun harus mengalami penambahan produksi supaya permintaan masyarakat bisa tercukupi.

Salah satu pegawai yang bernama Eka Chandra mengatakan bahwa selama bulan kemarin (november-red), permintaan terhadap beras merah untuk diekspor ke luar kabupaten Sragen mencapai delapan ton. Pada bulan Oktober hanya mencapai tujuh ton, dan berdasar perkiraan para ahli permintaan terhadap beras merah ini akan terus mengalami peningkatan hingga penghujung tahun 2017. Pengusaha Yohanes Eka Chandra pun sudah mengantisipasi adanya kenaikan permintaan tersebut dengan lumbung pribadi.

Pengusaha Yohanes Eka Chandra mengoptimalkan dan memaksimalkan penanaman padi penghasil beras. Ia pun membentuk kelompok atau paguyuban petani-petani yang memproduksi beras merah, sehingga keluar-masuk beras merah akan lebih mudah untuk dikontrol dan dimonitoring. Paguyuban ini pun juga berusaha menghindari adanya pencampuran beras merah dan putih, sebab itu akan mengurangi apresiasi dan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produsen beras merah.


Para petani dan pengusaha, termasuk pengusaha Yohanes Eka Chandra akan mengurangi produksi beras putihnya, dan menggunakan lahan atau sawah yang biasanya digunakan untuk produksi beras putih menjadi sawah produksi beras merah. Ini adalah satu-satunya keputusan yang rasional, sebab untuk mencukupi kebutuhan beras meras, maka produksi beras putih harus diturunkan. Selain supaya kuota beras merah tercukupi, harga untuk beras putih pun tidak akan turun, dan relatif stabil.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment