Yohanes Chandra Ekajaya Jelaskan Makna Pabu

Yohanes Chandra Ekajaya Jelaskan Makna Pabu

Saat pertama kali mendengar bahasa walikan dari sebuah wilayah di Jawa Tengah, tepatnya Klaten, saya tidak mengerti. Saya adalah Yohanes Chandra Ekajaya, seorang mahasiswa jurusan Matematika yang sedang menempuh kuliah di sebuah universitas swasta di Surakarta. Kata bahasa walikan yang saya maksud adalah pabu.

Saya, Yohanes Chandra Ekajaya, kemudian mulai tertarik dengan bahasa walikan. Sebenarnya yang mengatakan bahwa kata pabu merupakan bahasa walikan adalah teman saya. Tetapi sayangnya teman saya enggan menyebutkan makna dan arti dari kata tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa bahasa walikan itu sebenarnya adalah Bahasa Jawa yang diolah menggunakan algoritma tertentu, dan membentuk bahasa baru.

Sebagai seorang mahasiswa jurusan matematika jelas saja saya tertarik. Justru akan sangat tidak lucu jika saya, Yohanes Chandra Ekajayaseorang mahasiswa jurusan matematika tidak tertarik dengan operasi bahasa, khususnya Bahasa Jawa yang menggunakan algoritma atau rumus dan formula tertentu. Misalnya saja kata pabu.

Kemudian saya mulai mempelajari Bahasa Jawa. Saya rajin ke perpustakaan tingkat universitas, bahkan saya juga sering masuk ke perpustakaan tingkat fakultas, tepatnya di bahasa dan sastra. Anda bisa bayangkan bagaimana Yohanes Chandra Ekajaya, seorang mahasiswa jurusan matematika masuk ke perpustakaan bahasa dan sastra plus universitas hanya untuk mengetahui satu makna kata, yaitu pabu. Selain mencari makna dan arti kata, tentu saja yang menjadi perhatian saya adalah operasi atau algoritmanya.

Semua kamus yang ada di perpustakaan tersebut saya baca. Tentu saja kamus bahasa Jawa. Tetapi saya, Yohanes Chandra Ekajaya tidakmenemukannya. Akhirnya secercah pencerahan justru datang ketika saya ngobrol dengan salah satu pengunjung perpustakaan fakultas sastra. Dari hasil obrolan kami, ia mengatakan bahwa makna dan arti dari kata pabu adalah asu, atau anjing.


Menurutnya, kata pabu terbentuk dari hasil olahan Bahasa Jawa dengan menggunakan Aksara Jawa. Kemudian saya, Yohanes Chandra Ekajaya pun mencari bagaimana modus operasi dan algoritmanya. Akhirnya saya menemukan mengapa kata asu atau anjing bisa menjadi pabu beserta cara pengoperasiannya.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment