Penonton Kongkow Bareng Ki Sambarlangit Membludak, Yohanes Chandra Tetap Tenang


Sounding, kabar, informasi, bahkan berita tentang akan diadakannya sebuah acara talkshow yang digagas oleh Yohanes Chandra Eka sudah menyebar secara cepat dan luas. Bahkan sounding acara talkshow ini sudah gila-gilaan. Sudah banyak orang yang meluangkan waktunya secara sengaja untuk menghadiri acara talkshow ini.
Yohanes Chandra Ekajaya

Agitasi dan propaganda yang dijalankan oleh team event organizer Kongkow Bareng Ki Sambarlangit sungguh sangat dahsyat. Tim agitasi dan propaganda yang menyebut diri mereka sebagai Agitate Man dan Propagandis Manis ini adalah kumpulan pemuda yang menyukai bisnis, spiritual, dan supranatural. Mereka adalah para pemuda yang mengidolakan Yohanes ChandraEkajaya.

Kaum urban yang kebanyakan terdiri dari pemuda dan pemudi yang sedang mencari eksistensi dan popularitas sangat mudah digerakkan. Acara talkshow yang sejatinya adalah sebuah acara diskusi dengan tema yang sangat berat ketika dikemas menjadi sesuatu yang sangat pop maka akan banyak anak muda yang datang menghadirinya. Itulah strategi yang digunakan Yohanes ChandraEkajaya pebisnis dan pecinta supranatural.

Ki Sambarlangit oleh Yohanes Chandra dijadikan sebagai ikon untuk acara kongkow tersebut. Masyarakat urban mengenal beliau sebagai orang yang nyentrik dan sangat keren. Tetapi bagi masyarakat umum, beliau mungkin masih dianggap sebagai orang yang aneh dan nalarnya susah dipahami orang.

Maka, untuk menjembatani obrolan di talkshow kongkow tersebut, Yohanes Chandra Eka meminta bantuan dari seorang rekannya yang merupakan seorang jenius. Ia adalah seorang intelektual. Niat dari YohanesChandra pun sebenarnya sudah sangat terlihat. Ia ingin science dan metafisika bersinergi membangun masa depan dan peradaban yang lebih baik bagi anak cucu.

Pada hari H, acara talkshow Kongkow Bareng Ki Sambarlangit sangat ramai. Bahkan cafe yang digunakan sebagai tempat acara tersebut menjadi penuh. Para karyawan jadi super sibuk karena pengunjung juga memesan makanan dan minuman sembari mendengarkan penjabaran dari Ki Sambarlangit. Para panitia pun juga merasa ribet karena banyaknya pengunjung, tetapi mereka senang. Sedangkan Yohanes Chandra Ekajaya hanya tersenyum dan tetap tenang. Baginya ini baru awal.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment